Gambar ketika Bimtek DiSamarinda

mgmp dismkn 2 banjarbaru

mgmp dismkn 2 banjarbaru
ketika melaksanakan kegiatan mgm

Rabu, 23 Mei 2018

AKTIF

Saya yakin semua kita apalagi berprofesi sebagai seorang guru pasti mengerti dan paham apa yang dimaksud dengan aktif.Hanya satu kata tapi mengandung makna yang sangat mendalam. Dan kita pasti banyak berpikiran positif dengan apa yang dimaksud "aktif". Ta[i entah kenapa yang namanya suatu kegiatan , yang namanya suatu pekerjaan, dan yang namanya suatu kewajiban , terkadang kita merasakan ada benabn yang selalu menghalangi kegiatan kita dan kita selalu mengalami beberapa kesulitan dalam memenuhi semua apa yang harus kita kerjakan.Dan apabila pekerjaan kita tertunda atau belum terlaksana disitulah kita terpikir bahwa kita akan sangat sulit menjadikan diri kita untuk "aktif" dalam melakukan kegiatan.Dalam suatu orahanisasi kita sebagai pengurus atau anggota tentu diharafkan punya dedikasi yang tinggi terhadap organisasi dan dedikasi itu perlu diperlihatkan dlam pelaksaan kegiatan diorganisasi tersebut, apabila ini bila kiat alakukan maka kita boleh diblang mengarah kepada anggota yang "aktif".

Salah satu organisasi guru adalah apa yang disebut dengan MGMP  atau Musyawarah Guru Mata Pelajaran, yang tentu saja kegiatannya berhubungan dengan profesi seorang guru, para guru didalaalaman diminta untuk memberikan masukan dan informasi tentang mengajar yang baik dan benar dan berhasil, tentu saja tolak ukurnya adalah kualitas lulusan siswanya. Jangan sampai siswa lulus hanya mendapatkan nilai batas mnimal kelulusan diharapakan nilai yang didapatkan maksimal.
Dalam MGMP juga dapat dijadikan wadah dalam meningkatkan keprofesionalan guru, sebagi wadalh untuk melatih diri dalam mengembangkan ilmu pengetahuan sesuai degnan mata peajaran yang diempunya, dan ini bukan hanya sekedar wadah untuk bercerita tentang kekesalan ketika berada didalam kelas, tetapi merupaka tempat untuk memecahkan permasalahan tadi.
MGMP merupakan oragnisasi guru yang keberadaannya sudah diakui pemerintah terutama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.Tapi diharapkan jangan hanya sebatas diketahui dan diakui , tapi bagaimana pemerintah dapat menolong dan meningkatkan fungsi dan manfaat MGMP sebagai wadah untuk mengembangkan Sumber Daya Guru di Indonesia. Tentu saja bukan hanya memotivasi dengan anjuran dan aturanaturan, tetapi ditambah dengan dana yang memadai. Karena tidak bisa dipungkiri yang namanya oraganisasi apalagi beranggotakan yang cukup banyak kegiatannya pastilah memerlukan dana yang memadai.
Saat sekarang sangat sukit untuk mencari orang yang mau dengan gratis memberikan materi atau menyampaikan pengetahuanpengetahun yang berhubungan dengan kemampuan mengajar guru. Bolehlah kita sebut sebagai Widyaswara.Kita perlu dana untuk konsumsi, uang trasfort , sewa alat  alat dan sarana pendukubng kainnya.
Kembali kita pada topik semula yangitu "Aktif"..guru . siswa orang tua dan pemerintah, masyarakat haruslah mau untuk berperan "aktif" dalam memajukan pendidikan di Indonesia.Jangan sampai kita mendapatkan kepintaran karbitan buat anak cucu kita, negara kita dimasa yang akan dtang semakin berat, semakin bersaing secara global,jadi kita perlu generasi penerus yang berotak cerdas dan cemerlang, jujurpekerja keras, pantang menyerah, berpikir masa depan dan learning by doing, study as long as time. 
Belajar dari buaian sampai liang lahat,Belajar berdasarkan ajaran Al,qur'an.Keaktifan kegigihan dan kemauan yang keras serta rencana yang matang disertai usaha yang gigih pantang menyerah sampai mendapatkan hasil yang diharapkan, tidak mudah puas, selesai satu lanjut rencan berikutnya, sasaran berikutnya dan akhirnya pada puncak keberhasilan. Maka kita akan meraih bintang yang tadinya hanya ada di alam mimpi.Tapi berkat usaha maksimal bintang itu berkerlapkerlip didalam diri kita.

PPDB SMKN 1 Banjarbaru Tahun 2018/2019

Rabu, 21 Desember 2011

IHT (IN HOUSE TRANING) REVISI KTSP SMK NEGERI 1 BANJARBARU TANGGAL 22-24 DESEMBER 2011

SMK Negeri 1 Banjarbaru kembali melaksanakan IHT yang berkaitan dengan KTSP, kegiatan ini diikuti oleh semua unsur yang ada di SMK Negeri 1 Banjarbaru, kecuali Satpam dan penjaga sekolah serta ibu kantin. Ketua Pelaksana kegiatan Ibu Sukristini dalam sambutannya menghimbau agar semua guru selama mengikuti kegiatan jangan meninggalkan ruangan.Dan agar dapat mengikuti dengan baik dan ikhlas.
IHT ini dilaksanakan dalam rang meninjau kembali KTSP yang sudah diberlakukan selama 1 tahun dan diistilahkan oleh panitia dengan Revisi KTSP.
Pembicara yang akan menyampaikan materi ini adalah Kepala SMK N 1 Banjarbaru, Pengawas dari DIKNAS dan Widiaswara LPMP Banjarmasin. Pelaksanaan berlasung selama 3 hari dari tanggal 22 s.d 24 Desember 2011

Selasa, 08 Februari 2011

Ujian Nasional yang Menguji Kejujuran Guru

Ujian Nasional merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Mutu pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam melihat kemajuan suatu negara khususnya dalam bidang pendidikan. Usaha yang dilakukan salah satunya adalah melalui Ujian Nasional.

Minggu, 09 Januari 2011

MAKNA BERBAGI RAPORT

Acara yang rutin dilakukan oleh setiap sekolah adalah menyerahkan laporan hasil belajar siswanya kepada orang tua atau wali setiap berakhirnya pelajaran dalam satu semester. Tujuan dari penyerahan buku laporan ini adalah untuk menjalin komunikasi antara orang tua siswa dengan pihak sekolah sekaligus membicarakan tentang aktifitas anaknya belajar disekolah selama 6 bulan atau satu semester.Hal ini sangatlah penting agar hasil belajar yang dicapai siswa selama disekolah bisa dipantau orang tua dan juga bisa menjadi sarana yang perlu dimanfaatkan oleh orang tua dan sekolah supaya kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan benar-benar dapat bermakna bagi semua pihak khususnya bagi masa depan anak....bersambung

Jumat, 06 Agustus 2010

PERTEMUAN MGMP YANG MENGGAIRAHKAN

Hari ini Sabtu, tanggal 7 Agustus 2010, merupakan hari yang sibuk bagi anggota MGMP Matematika SMK Banjarbaru. Kenapa jadi sibuk karena angota MGMP harus memikirkan bagaimana membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Jumat, 30 Juli 2010

PEMALI BAGI KEPALA SEKOLAH

Jika anda jadi Kepala Sekolah ada beberapa  hal yang diistilahkan oleh orang Banjar Pemali untuk dilakoni oleh seorang Kepala Sekolah. Pemali merupakan sesuatu yang tabu untuk dikerjakan, atau sesuatu yang jika dikerjakan bisa membikin malu bagi dirinya ,keluarga dan orang lain, atau boleh dikatakan Pemali merupakan perbuatan yang menyalahi aturan. Entah aturan tertulis maupun tidak tertulis. Pada masyarakat Banjar istilah pemali paling sering  digunakan untuk menegur seseorang apabila mengerrjakan sesuatu dianggap tidak benar. Contoh, Pemali bagi seorang anak perempuan duduk ditengah lawang. Entah alasannya apa kurang jelas, tapi setiap anak perempuan duduk dimuka lawang maka biasanya orang tuanya menegur dengan menggunakan istilah Pemali.Ada lagi contoh lain Pemali anak tidur Tengkurap dan ditimpali bakal kematian ibunya, Pemali kalau mengaduk nasi centongnya dipukul-pukulkan kepanci, Pemali bagi seorang laki-laki kencing berdiri, pemali..pemali...dsb.
Lalu apa hubungannya Pemali dengan jabatan seorang Kepala Sekolah ?
Selama 15 tahun saya menjadi guru di sekolah ini, banyak hal yang berkenaan dengan protes teman guru tentang aktifitas Kepala Sekolah.Entah itu aktifitas dalam pergaulan sehari-hari, aktifitas yang berhubungan dengan pekerjaannya dll.
Pemali merupakan sesuatu yang hendaknya jangan dilakukan oleh seorang Kepala Sekolah. Mungkin anda penasaran apalagi saat ini sedang menjabat Kepala Sekolah.
Ada pandangan masyarakat guru yang harus disadari oleh Kepala Sekolah adalah bahwa Kepala Sekolah itu adalah seorang yang sudah pasti bernampilan Rapi, Berwibawa, berjiwa sosial punya kepandaian yang lebih dan pikiran masyarakat guru dan murid ia adalah identik dengan seorang BOS.
Disinilah perlunya kreatifitas seorang Kepala Sekolah untuk mengantisipasi agar sebagian  pandangan itu tidak berubah menjadi sebaliknya.
Kepsek diremehkan, dikucilkan , dianggap sok pintar dan yang paling merugikan adalah diistilahkan orang Banjar "PEMALAR".
Kepsek jangan sama sekali atau pemali memakai gaya orang rendahan yaitu menggunakan istilah "MALARAN". Ini sudah menunjukan bahwa sifat sosial Kepseknya sangat rendah.
Ada beberapa pekerjaan di sekolah yang sering dijadikan objek pembicaraan sebagian guru adalah dalam hal menyediakan sarana dan prasarana atau atribut siswa dalam kegiatan belajar sehari-hari.Seperti penyediaan atribut sekolah, emblem, lokasi, topi, sampai pada seragam sekolah. Nah proyek ini adalah level bawah, Kepsek harus waspada karena ini adalah proyek yang menjebak kredibilitas diri kepsek. Apa pasal ?terkadang tanpa disadari kepsek merasa orang yang paling berwenang , bahwa sekecil apapun yang ada disekolah merupakan daerah kekuasaannya. Akhirnya proyek yang sebenarnya bukan levelnya ditangani sendiri oleh kepsek untuk diambil sendiri keuntungannya dengan alasan hak nya sebagai kepala sekolah, apalagi yang bersangkutan punya kebiasaan dulu dengan mengistilahkan "MALARAN". Nah hal ini lah yang mengawali pemicu ketidakharmonisanya guru dengan Kepsek.
Karena Kepsek itu sudah Level BOS..maka pemali baginya untuk menghandle proyek tingkat bawah tersebut, maka sebaiknyalah proyek itu diserahkan saja pada panitia PSB, atau Koperasi sekolah..toh kalo ada untung maka Kepsek pasti juga akan dapat bagian, dan bahkan paling besar.
Keuntungan dari menghindari ini adalah , imet masyarakat guru tambah baik terhadapnya, pertama dianggap sosial, dermawan tidak pelit dan suka berbagi.
Dari segi sikap Kepsek sebaiknya menghindari sikap "JAIM" alias jaga imet, ingin kelihatan berwibawa tapi memaksakan diri, seperti bersikap cuek terhadap teman guru, jika disapa tidak membalas menyapa, diajak bersalaman dengan berat hati, sulit untuk tersenyum, padahal dulunya murah senyum tapi setelah jadi Kepsek disengaja untuk tidak murah senyum karena takut dianggap tidak berwibawa. Wooo..ini sungguh sangat Pemali bagi seorang Kepsek, karena ia akan terjebak oleh sikapnya sendiri.
Perlu disadari berwibawa itu bukan berarti ditakuti, setiap orang yang ditakuti belum tentu berwibawa.
Perbedaan orang yang ditakuti dengan orang yang berwibawa itu sangat jelas.
Orang yang ditakuti biasanya dalam kepemimpinannya sehari-hari menggunakan berbagai ancaman , seperti misalnya mengancam tidak ngasih tanda tangan jika tugas tidak dilaksanakan, mengancam menunda kenaikan pangkat jika tidak beres dalam administrasi, pokoknya selalu mengandalkan ancaman.Akhirnya guru untuk menghindari masalah terpaksa mengerjakan tugasnya, karena takut tidak ditandatangi, takut gajinya dipotong, takut ini, dan takut itu. Jika bawahannya berprestasi tidak bersedia untuk memberikan penghargaan, dan bahkan mengakui itu adalah bagian dari prestasinya sendiri.Seperti ada kawan yang berhasil mendapatkan sesuatu, komentarnya biasanya "alhamdulillah setelah saya promosikan maka guru yang bersangkutan berhasil menjadi....."ini menunjukkan itu adalah jasa dari kepsek tsb.
Orang yang berwibawa, cara kepemimpinannya adalah melakukan pendekatan kemanusiaan, dia tak segan mengajak, merangkul, memuji, dan bahkan memberi hadiah jika bawahannya berprestasi.Tidak pernah merasa berjasa atas keberhasilan anak buahnya, ia mengakui itulah prestasi yang diraih anak buahnya memang atas kecerdasan orang tsb.
Sebenarnya banyak sekali yang Pemali bagi seorang Kepsek.
Kepsek Pemali, minta imbalan.
Kepsek Pemali, pengen disapa duluan, sapalah org lain lebih dulu, yakin itu tidak menurunkan wibawa anda tapi malah sebaliknya, wibawa kepseknya makin meningkat. Nama baik anda akan menggema kemana-mana
satu orang bisa bercerita kepada 40 orang , buktinya jika guru mengajar maka siswa dikelas nya berjumlah bisa sampai 40 siswa, didalam kelas kebaikan kepseknya diceritakan guru, maka yang 40 tadi bercerita lagi minimal masing-,masing 5 orang dikeluarganya..dan ini akan terus bertambah-..bertambah..jangan heran kalo nama baik anda sampai terdengar ketelinga Presiden. Tapi bagaimana dengan sebaliknya..keburukan yang terdengar ditelinga Presiden. Hancurlah karir anda..jgn sampai hanya seumur jagung.
Uraian diatas hanya sebagian dari renungan yang saya rasakan selama saya jadi guru dan berhadapan dengan beberapa orang Kepala Sekolah, semoga ini bermanfaat dan berguna.Sekiranya pandangan saya ini salah maka anggap uraian ini tidak ada. Terima kasih.